logo

Saturday 18th of May 2013



Silahkan pilih/klik menu yang anda butuhkan di bawah ini :

--> Kalkulator KPR Umum
--> Kalkulator KPR Konvensional

BCA Mandiri BNI CIMB Niaga BII BRI Permata Bukopin
UOB Danamon NISP ANZ BTN Panin Standard Chartered
--> Kalkulator Bank Syariah
--> Panduan KPR
--> Kalkulator Kredit Mobil Bank Konvensional

Cara Beli Rumah ? PDF Print E-mail
Written by Admin Survey Rumah   
Thursday, 02 December 2010 14:04

Ada beberapa cara membeli rumah, diantaranya :

1. Beli rumah dengan Pinjam dana dari pihak keluarga

2. Beli rumah dengan Pinjam dana dari Teman

3. Beli rumah dengan Pinjam dari Bank

4. Tunai/Cash keras

5. Tunai/Cash bertahap


Kalau digambarkan dalam diagram adalah sebagai berikut :

 

Dana Keluarga


Cara ini adalah cara paling mudah dilakukan. Pinjam dana dari pihak Ayah, Ibu, Adik, Kakak, Paman, Sepupu, dan keluarga lainnya. Cara ini lebih mengandalkan kepercayaan keluarga. Umumnya pinjaman dari pihak keluarga tidak membutuhkan dokumen, tidak ada bunga, dan tidak ada penalti kalau terlambat mengembalikan pinjaman. Kalau secara hitung-hitungan, cara ini adalah cara paling hemat dan tidak terlalu membebani alur kas bulanan.

Akan tetapi tidak semua keluarga mempunyai kelebihan uang yang bisa dipinjamkan begitu saja, kecuali tentu saja kalau keluarga anda adalah keluarga yang kaya.
Masing-masing pihak keluarga punya kebutuhan sendiri-sendiri, ada kebutuhan sekarang, mendatang, dan jangka panjang yang mungkin sedang dipersiapkan. Oleh karenanya pinjaman dari pihak keluarga ini biasanya juga tidak besar.

Ingat juga kalau sewaktu-waktu pinjaman ini bisa diminta oleh keluarga karena kebutuhan yang mendesak. Perhatikan juga beban psikologisnya. Kalau meminjam dari Ayah, Ibu, dan saudara kandung tentu beban psikologisnya tidak seberat kalau pinjam dari paman, tante, sepupu atau keluarga yang jauh.

Perhatikan juga Walaupun pinjam dana dari pihak keluarga, perlu dibuat surat perjanjian diatas materai antara peminjam dan yang meminjamkan. Hal ini penting agar tidak terjadi sengketa di dalam keluarga nantinya. Banyak kasus karena tidak adanya dokumen perjanjian pinjam meminjam dana dalam
suatu keluarga, mengakibatkan perselisihan sampai ke pengadilan.

Dana Teman


Pinjam dari teman kantor, teman sekolah, atau dari tetangga adalah cara lain untuk mendapatkan dana. Pinjaman ini masih terkait dengan kepercayaan antara teman. Hampir sama dengan pinjam dana dari keluarga, tetapi biasanya tingkat kepercayaannya lebih rendah. Oleh karenanya untuk yang satu ini perlu sekali dibuat perjanjian diatas materai atau notaris untuk menguatkan, agar tidak terjadi silang sengketa di kemudian hari.

Pinjam Ke Bank

Bank punya dana besar, dan kita butuh pinjaman dana besar pula untuk membeli rumah. Dua kebutuhan yang sama ini bertemu, Maka terjadilah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau KPA (Kredit Pemilikan Apartment). Bank mengumpulkan dana dari pihak ketiga melalui tabungan,
deposito, giro, dan instrumen simpanan lainnya
, lalu mengembangkannya melalui pinjaman kepada yang membutuhkannya termasuk kita yang butuh dana untuk membeli rumah.

Berbeda dengan keluarga dan teman, bank adalah usaha bisnis. Oleh karenanya Bank tidak bisa meminjamkan dana hanya berdasarkan kepercayaan saja.
Bank butuh dokumen dan persyaratan lain agar si peminjam "dipercaya" akan dapat melunasi pinjaman dan tidak beresiko kredit macet. Bank juga butuh kekuatan hukum agar jika terjadi sesuatu dikemudian hari, penyelesaiannya jelas. Oleh karenanya pinjam meminjam ke bank dilakukan dengan menghadirkan notaris.

Pilihan meminjam dari Bank ini menjadi pilihan utama dari banyak pasangan muda atau anak muda yang ingin memiliki rumah. Simpanan tabungan yang masih sedikit dan produktivitas yang masih tinggi menjadi pemacu pilihan ini menjadi favorit. Bank pun akan lebih senang meminjamkan uangnya kepada peminjam yang masih produktif dibandingkan yang tidak produktif lagi.

Meminjam ke bank sendiri ada keuntungan dan kelebihannya sendiri. Keuntungannya kita dapat menyicil harga rumah yang mahal itu dengan kemampuan kita dan arus kas bulanan kita. Kekurangannya adalah total semua biaya akhir (pokok + bunga/margin) yang kita bayar jauh lebih mahal dari harga rumah pada saat kita beli pertama. Akan tetapi kekurangannya ini biasanya tertutupi dengan kenaikan harga rumah kita tiap tahunnya.

Tunai/Cash Keras

Pilihan pembayaran kalau kita mempunyai dana cukup untuk membeli sebuah rumah. Katakanlah harga rumah 300 juta, kita punya tabungan 350 juta, maka tidaklah salah kalau rumah tersebut dibeli langsung dengan tunai 300 juta, dan meninggalkan 50 juta sebagai sisa tabungan. Biasanya untuk pembelian tunai keras untuk perumahan baru dari developer , developer akan memberikan diskon harga. Hal ini dapat dimaklumi karena semakin cepat si developer mendapatkan uang pembangunannya nya kembali, makin mudah bagi si developer untuk memutar uangnya kembali ke dalam bisnisnya dan arus kasnya.

Tunai/Cash bertahap

Pilihan yang hampir sama dengan tunai/cash keras. Bedanya hanya pembayaran tunainya itu dilakukan bertahap. Katakanlah harga rumah 300 juta, maka kita bayar 50 juta perbulan selama 6 bulan. Biasanya untuk pembelian tunai bertahap ini juga diberikan diskon harga oleh developer.


Last Updated on Friday, 06 January 2012 11:50
 

Powered by Joomla!. Designed by: free joomla templates 1.5  Valid XHTML and CSS.